Saifullah Yusuf: Pertemuan dengan Muhaimin Awal Islah
Sabtu, 10 Desember 2005 | 16:01 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Saifullah Yusuf mengakui pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hasil muktamar di Semarang, Muhaimin Iskandar di DPR, Kamis (7/12), tidak mewakili partai.
Tapi inisiatif pribadi itu tujuannya adalah mencari formula untuk merintis jalan islah antara dua kubu PKB yang kini saling berseberangan. "Kami mulai dulu dari titik yang bisa ketemu. Pertemuan saya dengan Pak Muhaimin Iskandar kemarin anggap saja sebagai titik awal menuju islah," kata Saifulah kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (10/12) siang.
Ia berada di kota itu untuk menandatangani nota kesepahaman dengan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Ridwan Nasir, tantang pemberdayaan masyarakat di daerah tertinggal.
Meski merupakan inisiatif pribadi, kata Saifullah, sebelum bertemu Muhaimin dirinya telah menelepon Ketua Umum PKB versi muktamar Surabaya, Choirul Anam, Ketua Dewan Syuro KH Abdurrahman Chudori, KH Idris Marzuki dan KH Anwar Iskandar. Secara khusus mereka tidak memberi restu, tapi juga tidak melarang.
Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah, menjelaskan pada dasarnya semua komponen PKB, baik para kiai maupun konstituen, menghendaki adanya islah. Hanya saja titik injak yang akan ditempuh masing-masing pihak berbeda-beda. Saat ini misalnya, tengah diupayakan pertemuan antara KH Abdurrahman Wahid dan KH Abdullah Faqih untuk membahas soal islah. "Makanya, inisiatif itu kan bisa datang dari mana saja," ujarnya.
Karena itu ia berharap semua pihak agar tidak berprasangka buruk dulu. "Biarkan proses islah ini berjalan alamiah tanpa dipaksa-paksa," imbuh Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor itu. Kukuh S. Wibowo





