Kelaparan di Yahukimo Akibat Komunikasi Terlambat

Minggu, 11 Desember 2005 | 04:36 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Saifullah Yusuf menyatakan kelaparan di Kabupaten Yahukimo, Papua tak segera tertangani karena terlambatnya informasi yang diterima pemerintah pusat.

Minimya sarana dan prasarana komunikasi maupun sulitnya jalur transportasi di daerah tersebut menjadi penyebab utama terlambatnya penanganan kelaparan yang telah merenggut 55 nyawa itu. Akibatnya, komunikasi antara Bupati setempat dengan Gubernur Papua tidak bisa lancar.

"Sistem komunikasinya susah karena letak daerahya sulit dijangkau,” kata Saifullah seusai menandatangani nota kesepahaman tentang Pemberdayaan Daerah Tertinggal dengan Rektor IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Sabtu (10/12) siang.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor ini yakin jika informasi tentang kelaparan itu sampai kepada pemerintah pusat lebih awal, maka tidak akan ada warga yang sampai mati kelaparan. Sebab pemerintah memiliki cukup stok pangan untuk warga yang kekurangan pangan.

"Andai saja bupatinya segera lapor, maka gubernur Papua bisa segera mengambil alih. Dan pemerintah pusat dapat segera mengirimkan bantuan makanan ke sana," kata dia.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah, dari hasil pemetaan yang dilakukan kementeriannya, sebagian besar wilayah Papua memang masuk dalam kategori daerah tertinggal. Selama ini warga Papua tidak menikmati fasilitas mendasar yang memadai, seperti makanan bergizi, air bersih, lingkungan sehat, kesehatan, pendidikan, pemukiman dan kebebasan mengeluarkan pendapat. "Kami diberi anggaran satu triliun lebih untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal," jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, 55 warga Yahukimo meninggal dunia dalam periode 11 November hingga 7 Desember 2005 akibat kelaparan. Selain karena gagal panen akibat musim kering berkepanjangan, cuaca di sana juga tidak menentu. Kabupaten Yahukimo berada di ketinggian 7000 hingga 8000 meter di atas permukaan laut. Letaknya 850 kilometer arah barat daya Jayapura. Wilayah itu hanya dapat dicapai dengan pesawat dari Jayapura. Kukuh S. Wibowo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim