PKB Muktamar Surabaya Akan Temui Presiden
Senin, 12 Desember 2005 | 03:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Muktamar Surabaya, Choirul Anam, dan sejumlah ulama khos pendukung kubunya akan menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pekan ini. ?Para kiai akan kumpul besok (hari ini--red) di Jakarta untuk bertemu Presiden,? katanya kepada Tempo, kemarin.
Dia akan meminta ketegasan Presiden melaksanakan putusan kasasi Mahkamah Agung. ?Gugatan kami dikabulkan, pemerintah harus melaksanakan putusan itu,? kata Anam. Bersama Anam, beberapa kiai pendukung kubunya akan hadir, di antaranya Ketua Dewan Syuro PKB KH Abdurrahman Chudlori, KH Anwar Iskandar, KH Idris Marzuki dan KH Mas Subadar.
Hal yang sama ditegaskan Muhammad A.S. Hikam, Ketua PKB kubu Muktamar Surabaya. ?Apalagi yang ditunggu? Surat Mahkamah Agung kan sudah keluar,? katanya.
Walaupun meminta ketegasan hukum, Anam mengaku tidak menolak islah dengan PKB versi Muktamar Semarang. ?Selama itu sesuai putusan kasasi Mahkamah Agung,? katanya.
Akhir pekan lalu di Surabaya, Saifullah Yusuf, Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, mengakui pertemuannya dengan Muhaimin adalah inisiatifnya sendiri. ?Anggap saja titik awal menuju islah," kata bekas Sekjen PKB versi Muktamar Surabaya itu. Saat ini, katanya, ?Semua komponen PKB menghendaki islah.?
Jumat lalu, seharusnya pertemuan antara Ketua Dewan Syuro PKB versi Mukatamar Semarang Abdurrachman Wahid dengan Kyai Haji Abdullah Faqih digelar. Namun, kata Wakil Ketua Dewan Syuro PKB versi Muktamar Surabaya KH Anwar Iskandar, KH Faqih mendadak sakit, sehingga batal. Namun, pertemuan akan tetap berlangsung di salah satu pesantren di Jawa Tengah.
Bekas Wakil Ketua Umum PKB Mahfud MD mengatakan, dalam islah seharusnya yang bertemu adalah Wahid sebagai pemegang legitimasi politik PKB, para kiai khos sebagai wakil legitimasi kultural partai dan Anam yang memiliki legitimasi hukum. ?Sekarang saat yang tepat, supaya tidak ada yang kehilangan muka,? katanya.
Wakil Sekjen kubu Muktamar Semarang Hanif Dhakiri mengatakan kubunya lebih mengutamakan proses kebersamaan yang alamiah. ?Supaya internalisasi antar warga PKB juga lebih baik,? katanya. Cara ini, katanya lebih tepat ketimbang memaksakan pengakuan.
wahyu dhyatmika/kukuh s wibowo/dwidjo u maksum/yophiandi





