Wapres Tegaskan Pemerintah Berjihad Sejahterakan Rakyat

Jum'at, 16 Desember 2005 | 11:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengatakan upaya pemerintah mengatasi masalah kemiskinan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat juga merupakan bentuk jihad.

"Karena jihad itu artinya bekerja bersungguh-sungguh," kata Kalla saat membuka Muktamar Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) ke enam di kantor wakil presiden, Jumat (16/12).

Ia melanjutkan, membangun peradaban seperti mengurus masalah pendidikan, agama, sosial, ekonomi, dan zakat juga merupakan bentuk jihad. Dengan memperbaiki ekonomi, kata Kalla, masyakarat dapat meningkatkan kemampuan ekonominya, sehingga dapat membayar zakat. Menko Kesra dan menteri Agama--yang juga hadir dalam pembukaan ini-kata dia, juga melakukan jihad dengan berupaya melaksanakan tugas masing-masing.

Kalla mengulangi kritiknya terhadap tindakan segelintir orang yang memanipulasi makna jihad sehingga merugikan orang lain dan umat Islam sendiri. Padahal, umat Islam diajarkan untuk bersikap ramah dan menjadi rahmat bagi semesta alam oleh ajaran agamanya.

Pada kesempatan ini, Ketua Umum MDI Chalid Mawardi mengatakan, organisasi yang dipimpinnya akan mengintensifkan sosialisasi makna jihad lewat pengajian-pengajian dan khutbah Jumat. Menurut dia, langkah ini ditempuh sebagai upaya untuk menangkal upaya sebagian orang menjelekkan citra umat Islam. Budiriza

TOPIK






Komentar Anda

Kirim