Kiai Langitan Tunggu Pemerintah Sahkan PKB Surabaya
Senin, 19 Desember 2005 | 11:50 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban Abdullah Faqih mengatakan, rujuk dua kubu Partai Kebangkitan Bangsa hanya bisa terjadi jika pemerintah mengakui keabsahan kepengurusan hasil hasil muktamar di Surabaya. Hal itu, kata dia, kesepakatan para kiai anggota Forum Langitan.
Sikap Abdullah Faqih itu diungkapkan oleh putra tertuanya, Ubaidillah Faqih. "Abah (ayah) berkali-kali mengatakan, setelah menang dalam proses hukum di MA, kini tinggal menunggu pengakuan dari pemerintah," kata dia di Surabaya, Senin (19/12).
Menurut Ubaidillah, kegagalan Abdurrahman Wahid untuk bertemu dengan Abdullah Faqih bukan karena dihalangi pihak lain, termasuk keluarga. Menurut dia, Abdurrahman tak pernah menjalin kontak dengan keluarga besar Langitan, termasuk saat mantan presiden itu gagal menjenguk Faqih di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, pekan lalu.
"Gus Dur (Abdurrahman Wahid) datang sekitar setengah jam setelah Abah pulang, setelah operasi hernia. Saya dan anak-anak yang lain tak menerima janji bezuk dari Gus Dur," kata Ubaidillah.
Sebelumnya, sejumlah pihak merancang pertemuan Abdurrahman dengan Faqih. Di antaranya, di Pondok Krapyak Yogjakarta dan Pondok Sidogiri, Pasuruan. Namun, karena alasan kesehatan, Faqih tidak bisa hadir. Sunudyantoro





