Presiden Tahu Ancaman Terhadap Dirinya
Selasa, 27 Desember 2005 | 11:35 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku mendengar informasi adanya ancaman terhadap keselamatan dirinya dari sistem intelijen polisi dan Pasukan Pengamanan Presiden .
"Jadi saya tunduk saja terhadap pengamanan yang dilakukan," kata Presiden dalam konferensi pers di Banda Aceh, (27/12).
Walaupun begitu, dia membantah mengurangi kegiatannya. Ia lalu menyebutkan bahwa dirinya tetap mengikuti semua agenda seperti biasanya tanpa kendala apapun.
Dalam kunjungannya ke Aceh, pengamanan terhadap Presiden juga biasa. Saat acara seremonial setahun tsunami di Ulee Lheu yang dihadiri Presiden, masyarakat, para undangan, dan wartawan diperiksa secara standar oleh Pasukan Pengamanan Presiden. Seluruh tas digeledah dan juga perlengkapan lainnya, termasuk kamera wartawan.
Saat masuk dan meninggalkan lokasi peringatan tsunami, kaca mobil yang ditumpangi Presiden juga terbuka sesaat. Presiden yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono melambaikan tangan kepada warga Ulee Lheu. Hal itu juga terlihat saat melintasi Lhok Nga dan Desa Ajun, dalam kunjungannya kemarin.
Yang sedikit berbeda dibandingkan kunjungannya beberapa waktu lalu adalah penampilan fisik pengawal Presiden. Para pengawal itu terlihat berbadan tegap dan tingginya sama atau lebih tinggi dibandingkan Presiden. Untuk melindungi Presiden dari ancaman sniper? Adi Warsidi





