|
Xanana-Gutteres Sepakat Rekonsiliasi
Selasa, 27 Desember 2005 | 20:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Timor Leste Xanana Gusmao kembali menyerukan rekonsiliasi kepada para pengungsi dan eksmilisi pro Jakarta. Xanana dengan berapi-api menekankan perlunya masa depan negara bekas provinsi ke-27 Indonesia itu.
"Saudara-saudara, kita telah berpisah tapi kita berasal dari satu mata air. Kita berpisah karena konflik politik. Tetapi sebenarnya kita adalah satu. Kita tinggal di satu pulau yakni pulau Timor," kata Xanana di hadapan mantan Wakil Komandan Milisi Eurico Gutteres dan 141 tokoh prointegrasi di Kupang, Selasa (27/12) malam.
Xanana menegaskan, konflik berdarah di Timor Timur adalah masa lalu. Warga Timor Timur prointegrasi, kata dia, dipersilakan untuk pulang ke Timor Leste. "Meski hanya untuk sekadar bernostalgia di kampung halaman. Saya selalu ditanya oleh masyarakat di distrik-distrik yang saya kunjungi. Kakak, kapan mereka (warga prointegrasi pulang)," katanya.
Menurut Xanana, rekonsiliasi tidak akan diakhiri selama pintu Timor Leste masih terbuka. Timor Leste, kata dia, adalah tempat lahir semua orang Timor Timur. "Baik yang di Indonesia maupun di Australia, Portugal, dan seluruh penjuru dunia," katanya.
Xanana menambahkan, pada 2005 hanya 38 warga prointegrasi mengikuti program repatriasi. Kenyataan ini sangat jauh dari kondisi sebelumnya, saat ribuan warga memutuskan untuk pulang dan menjadi warga negara Timor Leste.
Eurico Gutteres yang ditemui terpisah mengatakan mendukung penuh imbauan Xanana untuk melakukan rekonsiliasi. "Dulu kami bermusuhan. Berperang selama
24 tahun. Sekarang waktunya untuk rekonsiliasi," kata Eurico.
Ia menambahkan, Front eks Pejuang Timtim yang dibentuknya bukan untuk menyerang atau untuk
menjadikan Timor barat sebagai basis perlawanan bersenjata. Namun, kata dia, perjuangan itu murni aspirasi demi perbaikan nasib eks pejuang. jems de fortuna
| Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS.
Ketik TIJAWAB<spasi>brk71317<spasi>komentar dan kirim
ke 9333 |
INDEKS BERITA LAINNYA :
|