close

Badan Intelijen Buka Kantor di Bali

Jum'at, 30 Desember 2005 | 13:47 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar: Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar, Jumat (30/12), meresmikan kantor lembaga itu di Bali. Ini adalah kantor pertama BIN di daerah.

Menurut Syamsir, pembukaan kantor ini untuk meningkatkan peran intelijen dalam menangkal aksi terorisme dan masalah keamanan yang lain. "Kantor BIN nantinya akan ada di semua daerah," kata Syamsir seusai peresmian.

Menurut dia, kegiatan BIN sebenarnya sudah berjalan merata di seluruh wilayah Indonesia. Namun, kata dia, keberadaan kantor itu perlu untuk mempercepat
proses pelaporan dan koordinasi intelijen di daerah.

Untuk kantor di Bali akan ditempatkan 20 orang personel intelijen. Kantor ini dilengkapi dengan sejumlah peralatan intelijen. Namun, kantor yang terletak di belakang kantor Gubernur Bali Jalan Tjok Agung Tresna 61 itu sepintas seperti bukan sebuah bangunan pemerintah.

Namanya pun lebih mirip dengan nama hotel, yakni Wisma Bali Indah Nirwana". Saat peresmian wartawan dilarang masuk ke area gedung. Sejumlah wartawan yang telanjur berada di tempat acara diminta keluar oleh bagian protokol. Alasannya, acara yang dihadiri oleh Gubernur Bali I Dewa Made Beratha itu tertutup.

Anehnya, sejumlah media lokal di Bali sempat dihubungi untuk melakukan peliputan. Akhirnya, wartawan hanya bisa menunggu di luar pintu pagar. Rofiqi Hasan

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [2] :

  • Malam pak

    pak saya ingin melamar menjadi BIN,
    taoi saya bertatoo dan tidak mempunyai keterangan kejahatan...
    apakah saya boleh melamar menjadi BIN sekian terima kasih pak..

  • Saya ingin pekerjaan

    bolehkah saya bergabung dengan BIN,saya dari sarjana psikologi,saya sangat berharap dapat bergabung dan saya tidak ada indikasi untuk hal yang kurang baik tetapi saya hanya ingin dapat bekerja dengan layak,saya anak pertama dari tiga bersaudara,ortu seorang TNI-AD

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan