Tiga Daerah Diteror
Sabtu, 31 Desember 2005 | 15:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tiga daerah di Indonesia, Sabtu (31/12), mendapat teror dalam waktu hampir bersamaan, yaitu sekitar pukul 07.00-08.00 WITA.
Di Palu, Sulawesi Tengah, bom meledak di pasar yang khusus menjual daging babi. Dua kota lainnya, Bandar Lampung dan Pematang Siantar sebuah bungkusan coklat masing-masing ditemukan di depan rumah Wakil Ketua DPRD Nur Hasanah dan lapangan sepak bola Adam Malik. Lapangan itu nanti malam akan menjadi pusat perayaan tahun baru di Simalungun. Semua pejabat Kabupaten Simalungun akan hadir.
Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Paulus Purwoko, hingga pukul 14.00 WIB tujuh orang meninggal di Palu, termasuk seorang sersan kepala TNI. Tiga orang meninggal di tempat kejadian, empat lainnya meninggal di rumah sakit dalam perawatan. Tiga orang meninggal di Rumah Sakit Undata, satu meninggal di RS Budi Agung. Selain, dua rumah sakit itu yang juga menjadi sentra pelayanan korban, korban juga ada di Rumah Sakit Bhayangkara dan Balai Keselamatan. Sebanyak 47 orang menderita luka berat dan ringan.
Kepala Badan Reserse dan Kriminal Komisaris Jenderal Makbul Padmanagara dan Kepala Badan Pembinaan Bidang Keamanan Komisaris Jenderal Ismerda Lebang serta satuan Pusat Laboratorium dan Forensik Mabes Polri sudah menuju ke lokasi kejadian.
Polisi baru bisa mengidentifikasi enam korban meninggal, yaitu Yopy Mononge (42), Meiso (38), Agustina Mande, Bambang Wiyono Saputro (50), Sersan Kepala TNI AD Tasman Lahasa (39) dan istrinya Puspatina (38).
Paulus mengatakan, dari sifat ledakan dan korban yang dituju, memiliki kemiripan dengan kasus-kasus sebelumnya yang terjadi di Poso, Palu dan daerah Sulawesi lainnya. ?Tidak ada kesamaan dengan (kelompok) Noor Din (M. Top),? ujarnya dalam jumpa pers di Mabes Polri.
Dia menilai saat ini masih ada konflik kelompok kepentingan di daerah Sulawesi seperti yang juga terjadi di Ambon. Dia sendiri belum bisa memastikan apakah pihak yang sama yang bertanggung jawab atas peledakan di pasar Jalan Mahesa tersebut.
Polisi saat ini masih menyelidiki beberapa petunjuk termasuk keterangan saksi adanya mobil Kijang yang lewat di lokasi kejadian sebelum ledakan. Polisi juga belum bisa menentukan jenis bom, apakah high atau low explosive.
Di Bandar Lampung dan Pematang Siantar, kata Paulus, masing-masing bungkusan dikira bom karena memakai kabel dan timer. Namun, setelah diledakkan tim penjinak, tidak ditemukan unsur peledak. ?Hanya ada batu-batu kecil dan potongan besi,? ujarnya. ?Upaya ini untuk menyebar teror.?
yophiandi





Komentar Anda :