Presiden Akui Pemerintahan Belum Bersih

Kamis, 05 Januari 2006 | 11:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengatakan pemerintahan atau penyelenggara negara sekarang belum mencerminkan sebuah pemerintahan yang bersih (Clean Government) dan belum mencerminkan tata pemerintahan yang baik (Good Government).

Pernyataan ini disampaikan Presiden saat membuka acara peringatan Tritura, Kamis (5/1). Karena itu Presiden meminta semua masyarakat melanjutkan komitmen pemerintah untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik, Responsif, Akuntabel, terbuka dan memberi layanan terbaik bagi rakyat.

"Itu semua tidak bisa dilakukan seperti membalik telapak tangan, tapi kita berharap Clean Government dan Good Government dapat terwujud," katanya.

Guna mewujudkan hal itu, Presiden mengatakan harus di lakukan revormasi baik di lembaga exsekutif, legislatif dan yudikatif.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan hingga saat ini tiga komitmen Tritura masih Relevan. Ketiga komitmen itu yakni komitmen idelogi, kebenaran, serta keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Terkait komitmen ideologi, Presiden menegakan ancaman bangkitnya kembali Ideologi komunis selalu ada untuk menyingkirkan ideologi pancasila dan UUD 45. "Ancaman (munculnya ideologi komunis selalu ada memang tidak terucapkan sekarang ini, tetapi kalau tidak waspada barangkali ada pengaruh atau gerakan yang menyingkirkan Pancasila," ujarnya sambil meminta masyarakat tetap waspada.

Terkait komitmen tentang kesejahteraan rakyat, Presiden meyakinkan kondisi perekomonian saat ini jauh lebih baik di banding tahun- tahun sebelumnya. Kepada seluruh peserta, Presiden mengatakan pada Desember 2005 negara telah mengalami deflasi sebersar 0,04 persen dengan laju inflasi sebesar 17 persen. Sunariah






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: