|
DPR Protes Penembakan Tiga WNI Oleh Polisi Timor Leste
Kamis, 12 Januari 2006 | 17:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agung Laksono menyatakan, Dewan menyampaikan protes keras kepada Pemerintah Timor Leste atas penembakan tiga warga Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh polisi unit perbatasan Timor Leste.
Menurut Agung, pemerintah Timor Leste harus meminta maaf kepada pemerintah Indonesia. “Penembakan ini telah melanggar norma, tidak manusiawi, dan tidak dapat ditolerir,” kata Agung dalam pidato Pembukaan Masa Sidang III Tahun Sidang 2005-2006 di Gedung MPR/DPR, Kamis (12/1).
Menurut Agung, penembakan ini merupakan peristiwa ke dua setelah Polisi Timor Leste menembak anggota Tentara Angkatan Darat, Lettu Teddy Setiawan, pada April 2005.
Tiga orang warga NTT ditembak polisi unit perbatasan Timor Leste pada Jumat (6/1). Mereka adalah Stanis Maubere, Jose Mausorte, dan Kandido Mariano yang saat itu sedang memancing ikan di perbatasan Turiskain, Sungai Malibaca, di dekat zona netral perbatasan kedua negara.
Menurut Agung, kasus ini akan mengganggu jalannya Program Repatriasi warga eks Timor Leste. “Harus ada investigasi bersama untuk menangkap dan mengadili pelakunya,” katanya. Stefanus Teguh Pramono
INDEKS BERITA LAINNYA :
|