Masyarakat Indonesia di Belgia Tanyakan Penggunaan Dana Tsunami

Kamis, 19 Januari 2006 | 12:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemanfaatan dana sumbangan untuk korban tsunami Aceh dipertanyakan masyarakat dalam dialog Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan warga Indonesia di Tramlaan 345, Sterreerbek, Brussels, Rabu malam waktu setempat atau Kamis dinihari WIB.

"Ke mana saja dana tsunami, kenapa Thailand begitu cepat recovery tapi di Aceh begitu lambat?" tanya Saidah Tambunan, yang sudah 17 tahun tinggal di Belgia. Ia mengaku bersama teman-temannya menghimpun dana untuk tsunami.

Menjawab pertanyaan itu, Kalla menyatakan wajar jika Aceh agak lambat. "Jangan dibandingkan dengan Thailand yang korbannya jauh lebih sedikit," kata dia.

Soal dana, Kalla balik bertanya: "Kami juga menanyakan, mana dana itu? Katanya banyak LSM asing yang mau bantu, foto sana-sini. Tak jelas, meski ada beberapa yang membangun."

Pemerintah Amerika Serikat, Kalla menambahkan, berjanji juga mau menyumbang US$ 1 miliar. "Tapi sampai sekarang cuma ngukur-ngukur jalan dari Banda Aceh ke Meulaboh," kata Kalla.

Ia menegaskan, tak akan main-main dengan dana ini. "Dosa kalau kita jual tsunami," katanya disambut tepuk tangan sekitar 200 hadirin. Datang juga sejumlah menteri, serta pejabat dan tokoh Aceh.

Pada Kamis pagi waktu setempat, Kalla akan sarapan bersama dengan Fortis Bank. Pada Kamis siang, Kalla akan dijamu makan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Uni Eropa Javier Solana. Pada Kamis malam, ia bertolak menuju Helsinki, Finlandia. Wahyu Muryadi






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: