TNI AL Butuh 12 Kapal Selam dari Rusia

Jum'at, 20 Januari 2006 | 03:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hingga tahun 2024, TNI Angkatan Laut telah merencanakan membeli 12 kapal selam dari Rusia. Menurut Laksamana Pertama Abdul Malik Yusuf, Kepala Dinas Penerangan TNI AL, kapal selam merupakan alat strategis untuk mengamankan wilayah perairan.

Ia mengungkapkan di wilayah timur Indonesia perairannya dalam dan terbuka, sehingga memungkinkan kapal-kapal asing termasuk kapal selamnya memasuki wilayah Indonesia.

Namun untuk merealisasikan hal tersebut sangat tergantung dengan kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah. "Saya kira kalau kita mempunyai kapal selam yang cukup banyak, negara-negara lain akan memperhitungkan kekuatan kita," katanya kepada Tempo di Mabes TNI AL Cilangkap, Kamis (19/1).

Belum lama ini TNI AL mengajukan usul kepada pemerintah untuk membeli kapal selam jenis Kilo buatan Rusia sebanyak enam buah dengan menggunakan anggaran TNI AL untuk lima tahun ke depan sebesar US$ 1,9 milliar. Namun, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan bahwa Departemen Pertahanan saat ini belum memutuskan akan membeli kapal selam karena harganya terlalu mahal.

Saat ini TNI AL memiliki dua kapal selam eks Jerman Timur, yakni KRI Cakra dan KRI Nenggala. KRI Cakra dibuat pada 25 November 1977 dan bergabung dalam jajaran Kapal Republik Indonesia (KRI) pada 19 Maret 1981. Saat ini KRI Cakra sedang dalam perbaikan besar di Korea dan diharapkan selesai tahun 2006.

KRI Nenggala dibuat pada 14 Maret 1978 dan mulai bergabung dalam jajaran KRI pada 6 Juli 1981. KRI Nenggala berada di Pangkalan Komando Armada TNI AL wilayah Timur dan masih dapat dioperasikan walaupun sedang menjalani perawatan. Eko Nopiansyah






Komentar Anda

Kirim