Atase Pertahanan Akan Diberikan Wewenang Beli Alat Pertahanan
Jum'at, 20 Januari 2006 | 06:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Atase pertahanan (Athan) yang ada dalam struktur organisasi Departemen Pertahanan akan diberi kewenangan lebih dalam mencari calon suplier untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). "Dalam proses pengadaan alusista Athan merupakan bagian perpanjangan tangan dari Menteri Pertahanan untuk membantu proses pengadaan alutsista dari negara dimana mereka bertugas menjadi lebih lancar,"ujar Direktur Jenderal Sarana Pertanahan Dephan, Marsekal Muda Pieter L.D. Wattimena.
Wewenangan yang akan diberikan itu adalah power of attorney, Dephan memberi kewenangan untuk bertanya, mencari informasi, data-data, sampai ke spesifikasi teknik dan harga alutsista dari negara-negara yang bersangkutan. "Kami mengharapkan Athan akan mendapatkan data-data yang langsung dari pabrik yang ada di negara-negara tersebut dengan mengatasnamakan Dephan,"kata Pieter.
Athan juga akan melobi pemerintah tempat mereka bertugas. "Dalam pelaksanaan tugasnya, Athan tidak hanya berfungsi sebagai atase militer dengan tugas-tugasnya yang berbau militer tetapi dia juga membawa misi pertahanan negara,"ujar Pieter.
Karenanya, Dephan berharap peran Athan di masa yang akan datang akan lebih dioptimalkan lagi dan diberikan pembobotan yang lebih untuk mampu sebagai pelaksana negosiasi atas nama pemerintah. Namun, penentuan pembelian barang bukan merupakan hak Athan. Karena penetuan pembelian alutsista akan dibicarakan bersama. "Kredit ekspor ditetapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian,"kata Pieter.
Melalui program pengadaan alutsista, Athan diberi gambaran mengenai barang yang mungkin akan dibeli oleh Dephan dalam jangka waktu tertentu. "Dan diharapkan Athan akan mencari calon suplier yang dapat mendukung kebutuhan TNI,"ujar Pieter.
Fanny Febiana





