Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Laporan Pembunuhan Orang Timor Juga Disampaikan ke Yudhoyono
Jum'at, 20 Januari 2006 | 10:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Laporan Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi (CRTR) yang menuduh Indonesia bertanggung jawab atas pembunuhan 183.000 orang Timor Timur pada 1975-1999 juga akan diberikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Benjamin Mangkoedilaga, Wakil Ketua Komisi Kebenaran dan Persahabatan, laporan akan diserahkan Presiden Timor Leste ke Yudhoyono pada 28 Januari. "Jadi selain disampaikan ke Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, laporan itu akan disampaikan ke Presiden Yudhoyono," katanya saat dihubungi, Jumat.

Benjamin menyebutkan, pelaporan CRTR ke Sekjen PBB memang sesuai dengan agenda komisi yang dibentuk pada 2000 itu. Itu karena CRTR dibentuk oleh pemerintah Timor Leste dan PBB.

Hal itu berbeda dengan Komisi Kebenaran dan Persahabatan yang dibentuk oleh pemerintah Timor dan Indonesia. Komisi ini pun hanya memperoleh mandat untuk menangani kasus-kasus yang terjadi pada 1999, saat jajak pendapat dilakukan di wilayah itu.

Dalam laporannya, CRTR menyebutkan bahwa pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia bertanggung jawab atas kematian 183.000 orang Timor Timur, saat wilayah itu selama 24 tahun menjadi provinsi Indonesia.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa militer Indonesia berusaha membasmi orang-orang Timor Timur. Caranya, meracuni pasokan makanan dan air dengan napalm dan bahan kimia lainnya.

Benjamin menolak mengomentari kredibilitas laporan itu. Namun, ia menyatakan, bahwa komisinya memang akan mempelajari laporan itu. "Seperti juga kami akan mempelajari laporan Komisi Penyelidik Pelanggaran HAM, putusan peradilan ad hoc Indonesia, dan laporan unit kejahatan khusus Timor Leste," tuturnya.

Soal implikasi laporan CRTR, Benjamin menyatakan tergantung pada PBB. "Tapi, tentu saja kita harus bersiap mengatasinya," kata mantan hakim agung itu, "ini kan seni diplomasi juga." Budi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Diminta Bersikap Keras kepada Timor Leste
Menko Polhukam Minta Pengamanan di Perbatasan Diperketat
TNI Bantah Bunuh Ratusan Ribu Orang Timor
Laporan ke PBB: Indonesia Bunuh 180.000 Orang Timor
Xanana Yakin Insiden Penembakan WNI Tak Pengaruhi Hubungan Diplomatik
Indonesia-Timor Leste Investigasi Penembakan Tiga WNI
Warga Eks Tim-tim Lempari Mobil Bupati
Kodam Udayana Perketat Perbatasan dengan Timor Leste
DPR Protes Penembakan Tiga WNI Oleh Polisi Timor Leste
Timor Leste: Penembak Tiga WNI Hanya Bela Diri
> selengkapnya...


Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< January,2006>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data