|
Menhan Bantah Penggunaan Napalm di Timor Timur
Jum'at, 20 Januari 2006 | 17:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, membantah tuduhan TNI menggunakan bom napalm di Timor Timur (kini Timor Leste).
"Itu isu lama di tahun 1975. Saya kira itu dilontarkan oleh berbagai kalangan (LSM) luar negeri, yang sama sekali tidak benar," kata Juwono seusai menerima penyerahan alat kesehatan dari Amerika Serikat, Jumat (20/1).
Menurut Juwono, isu itu berulang-ulang dimunculkan setiap kali ada masalah di Timor Leste. Juwono menambahkan, bahwa tuduhan ini merupakan perang angka dan data tentang hal-hal yang sebenarnya tidak pernah terjadi di Indonesia.
"Mana mungkin kita menggunakan napalm terhadap orang-orang Tim-Tim," ujarnya. Sebab waktu itu Indonesia tidak mempunyai kemampuan untuk mengimpor apalagi membuat napalm. Napalm adalah jenis bom api yang digunakan tentara Amerika Serikat adalam perang Vietnam. "Kita tidak punya (napalm), tidak ada keperluan untuk itu," ujar Juwono.
Tidak mungkinnya penggunaan napalm, menurut Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia itu, karena akan ketahuan dan bertentangan dengan kebijakan pemerintah saat itu dan sekarang. Saat itu, dikaitkan dengan perang Vietnam ketika tentara AS menggunakan napalm untuk menghancurkan hutan-hutan di Vietnam.
Komisi Penerimaan, Kebenaran dan Rekonsiliasi (CRTR) Timor Leste dalam laporannya setebal 2.500 halaman antara lain menyebut 84 ribu-183 ribu orang terbunuh selama 24 tahun wilayah Timor Leste berada di bawah kontrol Indonesia. Hal itu antara lain dilakukan dengan penggunaan bom napalm.
Rekomendasi tersebut rencananya akan disampaikan ke Sekjen PBB oleh Presiden Xanana Gusmao hari ini.
Fanny Febiana
| Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS.
Ketik TIJAWAB<spasi>brk72671<spasi>komentar dan kirim
ke 9333 |
INDEKS BERITA LAINNYA :
|