RI: Laporan Timor Leste Sepihak

Jum'at, 20 Januari 2006 | 22:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia mempertanyakan sikap Timor Leste yang mengajukan laporan sepihak ke Perserikatan Bangsa-Bangsa, tentang pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di negara itu, ketika masih menjadi bagian Indonesia.

Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal tadi sore di Kantor Presiden mengatakan, laporan Komisi Kebenaran, Penerimaan dan Rekonsiliasi yang dibawa Presiden Timor Leste Xanana Gusmao ke PBB hari ini, interpretasinya masih bersifat sepihak.

"Saya tidak mau mengomentari substansinya,” katanya. Pemerintah Indonesia hingga saat ini belum mendapatkan dokumen yang akan dilaporkan itu dari tangan pertama.

Laporan itu menyebutkan, selama 24 tahun pendudukannya, pemerintah dan militer telah membunuh sekitar 183 ribu warga Timor Leste. Pembunuhan juga dilakukan dengan memakai bom napalm, dan meracun.

Pemeritah akan melihat lebih dulu pandangan Timor Leste sebelum menentukan sikap atas laporan itu. "Sebenarnya ada perasaan, kok kita mundur lagi, kan dari dulu sudah ada komitmen kedua negara akan lebih melihat ke depan dan tidak akan membuka lembaran masa lalu yang memang emosional."

Pemerintah Indonesia pun telah berkomitmen menutup lembaran kelam itu, dan menggantinya dengan lembaran baru, di antaranya dengan rekonsiliasi kedua Negara. "Kalau mau buka era itu kembali saya kira tidak ada habis-habisnya,” ujarnya seraya mengingatkan ada orang-orang Timor Leste yang berpandangan berbeda dan memilih tetap bergabung dengan Indonesia.

Sunariah






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: