Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tak Perlu Campur Tangan PBB
Minggu, 22 Januari 2006 | 13:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) menyatakan tidak perlu adanya campur tangan PBB dalam mengungkap kebenaran dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia di Timor Timur.

Menurut Koordinator KKP dari Indonesia Benjamien Mangkoedilaga, pemerintah Indonesia dan Timor Leste sudah memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM Timor Timur secara rekonsiliatif melalui KKP. "Kalau dua negara mau bersahabat, buat apa Perserikatan Bangsa-Bangsa dilibatkan?"kata Benjamin Mingu siang (22/1).

Hasil rekomendasi yang dikeluarkan oleh CAVR, menurut Benjamin, juga akan dijadikan acuan kepada KKP untuk mengungkap kebenaran kasus pelanggaran HAM Timor Timor. "Tentu rekomendasinya akan kami kaji, tapi yang sesuai dengan tenggat waktu yang dipakai, yaitu tahun 1999,"ujar Benjamin.

Mengenai laporan yang disampaikan oleh Presiden Xanana Gusmao ke Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut, Benjamin menyatakan tidak mempengaruhi kinerja dari para anggota KKP. "Karena kami punya komitmen kuat untuk menjalin persahabatan, jangan digangu lah komitmen ini,"kata Benjamin.

Pada jumat lalu (20/1) Presiden Timor Leste Xanana Gusmao melaporkan hasil temuan CAVR mengenai pelanggaran HAM yang terjadi di Timor Leste oleh militer Indonesia. Dalam dokumen disebutkan tentara Indonesia telah membunuh 84 ribu – 183 ribu warga Timor dalam kurun waktu 1975-1999.

Sementara itu anggota KKP dari Indonesia, Agus Widjojo menilai, dokumen yang dikeluarkan oleh CAVR lebih banyak melihat masa lalu dan memasuki wilayah yuridis internal masyarakat Timor Leste. "Dokumen itu lebih melihat ke belakang, sementara KKP melihat ke masa depan dengan semangat persahabatan,"kata Agus.

Maruli Ferdinand

Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB<spasi>brk72722<spasi>komentar dan kirim ke 9333


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

RI: Laporan Timor Leste Sepihak
Menhan Bantah Penggunaan Napalm di Timor Timur
Deplu Menilai Rekomendasi CRTR Tak Nyata
Gutteres Anggap Xanana Harus Ikut Bertanggung Jawab
Laporan Pembunuhan Orang Timor Juga Disampaikan ke Yudhoyono
Indonesia Diminta Bersikap Keras kepada Timor Leste
Menko Polhukam Minta Pengamanan di Perbatasan Diperketat
TNI Bantah Bunuh Ratusan Ribu Orang Timor
Laporan ke PBB: Indonesia Bunuh 180.000 Orang Timor
Xanana Yakin Insiden Penembakan WNI Tak Pengaruhi Hubungan Diplomatik
> selengkapnya...


Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< January,2006>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data