Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Istana: Pertemuan dengan Xanana Memang Belum Dijadwalkan
Rabu, 25 Januari 2006 | 19:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Juru bicara Departemen Luar negeri Yuri Thamrin membenarkan adanya pembatalan pertemuan Presiden Yudhoyono dengan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao, yang semula dijadwalkan pada 27 Januari.

Namun, menurut Yuri, pembatalan pertemuan tidak berhubungan dengan laporan hasil penyelidikan Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi (CRTR/CAVR) yang antara lain berisi tuduhan Indonesia terlibat pembunuhan 183.000 orang Timor selama 1975-1999.

"Pembatalan karena kesibukan jadwal Presiden Yudhoyono dalam mengurus kondisi domestik Indonesia," katanya, Rabu, di Jakarta.

Ia mengakui, pemerintah tidak suka dengan hasil kerja CRTR yang dilaporkan Xanana ke Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan. Namun, kata dia, pembatalan pertemuan Yudhoyono-Xanana tak berhubungan dengan hal itu.

Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Arlindo Marcal sebelumnya menyebutkan bahwa Yudhoyono lah yang membatalkan rencana pertemuan. Menurut dia, pembatalan itu merupakan reaksi pemerintah Indonesia atas penyerahan laporan CRTR.

Juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal justru membantah adanya pembatalan pertemuan Yudhoyono dengan Xanana. Menurut dia, pertemuan kedua pemimpin negara memang belum dijadwalkan.

Kendati begitu, Dino menambahkan, Presiden Xanana perlu menjelaskan posisi pemerintah Timor Leste mengenai laporan hasil kerja CRTR. "Penjelasan itu perlu didengar rakyat Indonesia," katanya. dimas adityo/maruli ferdinand

Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB<spasi>brk72934<spasi>komentar dan kirim ke 9333


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Batalkan Pertemuan dengan Xanana
Prajurit TNI Perbatasan Dituduh Perkosa Wanita Timor
Tim RI-Timor Siapkan Rekonstruksi Penembakan Tiga WNI
Horta Klaim Laporan Pembunuhan 183.000 Orang Timor Akurat
Tak Perlu Campur Tangan PBB
RI: Laporan Timor Leste Sepihak
Menhan Bantah Penggunaan Napalm di Timor Timur
Deplu Menilai Rekomendasi CRTR Tak Nyata
Gutteres Anggap Xanana Harus Ikut Bertanggung Jawab
Laporan Pembunuhan Orang Timor Juga Disampaikan ke Yudhoyono
> selengkapnya...


Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2006>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data