Sekretariat Negara Akan Kaji Laporan Timor Leste
Kamis, 26 Januari 2006 | 16:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra akan melakukan analisis terhadap laporan Pemerintah Timor Leste ke Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memuat sejumlah tuduhan kekejaman yang dilakukan tentara Indonesia di Timor Timur.
Analisi itu baru dapat dilakukan setelah Sekretariat Negara memperoleh salinan laporan setebal sekitar 2.500 halaman itu. "Saya baru membaca rangkumannya," kata Yusril dalam jumpa pers di Kantor Presiden hari ini.
Yusril mengatakan Pemerintah Indonesia hingga saat ini tetap berharap Komisi Kebenaran dan Persahabatan akan tetap berjalan meskipun pemerintah Timor Leste membuat laporan yang dinilai banyak kalangan memojokkan Indonesia.
Komisi itu, lanjut Yusril, diharapkan dapat mengungkapkan kebenaran dari kedua belah pihak untuk kemudian menutup kasus dalam hubungan Indonesia dan Timor Leste itu selamanya. "Prinsip hubungan kedua negara adalah melihat masa depan," kata dia.
Ditanya soal pertemuan Presiden Yudhoyono dan Presiden Xanana yang batal terjadi hari ini, Yusril mengatakan memang sejauh ini belum ada rencana definitif yang terjadwal dari kedua belah pihak. Ia membenarkan bahwa Xanana berada di Denpasar Bali pada saat Yudhoyono berada di sana pagi ini. Kedatangan Xanana itu, lanjut dia, bersifat informal dan tidak terkait dengan rencana pertemuan.
budi riza





