Polisi-Tentara Cabut Kartu Subsidi Salah Sasaran
Jum'at, 27 Januari 2006 | 09:42 WIB
TEMPO Interaktif, Trenggalek: Polisi dan tentara di Trenggalek, Jawa Timur, mendampingi aparat desa yang mencabut kembali kartu bantuan tunai langsung salah sasaran. Pemegang kartu yang dicabut itu dianggap tidak memenuhi kriteria miskin, sebagai syarat memperoleh bantuan.
Pencabutan kartu yang salah sasaran itu melibatkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Polisi Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Mereka mendampingi aparat, saat mendatangi satu per satu warga yang pada periode sebelumnya sempat mendapat jatah bantuan.
Suyanto, warga Desa Sambirejo, Trenggalek, mengatakan, dalam para petugas itu membawa daftar dalam map. Para petugas, kata dia, secara baik-baik menjelaskan alasan pencabutan.
"Kebanyakan warga tidak melawan. Ada yang adu argumentasi tetapi tidak sampai bersitegang apalagi anarkis," katanya, Jumat (27/1).
Petugas, misalnya, mencabut kartu milik Mbok Minah, janda renta warga Dusun Ngepoh, Desa Sambirejo. Alasannya, ia masih memiliki sebidang sawah. Mbok Minah tinggal di sebuah rumah berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah. Hasil sawahnya yang tidak luas hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Kepala Desa Sambirejo Jaenuri mengatakan, pelibatan polisi dan tentara itu "demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan." Ia menjamin, polisi dan tentara itu tidak didatangkan untuk menakut-nakuti warga. Sunudyantoro
Topik :






Komentar Anda :