|
Wapres Tolak Penerbitan Majalah Playboy
Jum'at, 27 Januari 2006 | 16:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla memastikan Pemerintah tidak akan menyetujui penerbitan majalah Playboy di Indonesia. Sekalipun pengelolanya berjanji tak akan mengandung banyak unsur pornografi di dalamnya.
Ia menilai penerbitan majalah itu akan merugikan konsumen. "Itu (penerbitan) janganlah," kata Kalla, di Kantornya, Jumat (27/1). "Jangan anda menjual imajinasi dengan majalah playboy, bisa menipu konsumen," imbuhnya.
Kalla menilai, penerbitan majalah playboy tidak hanya bertentangan dengan UU Pornografi yang belum disahkan hingga saat ini, tetapi juga melanggar etika masyarakat di Indonesia.
Ia menyebutkan, negara Singapura yang tergolong sekuler pun tidak memperbolehkan majalah tersebut tertib. "Ini bukan Amerika, Singapura saja gak boleh, masa di sini mau begitu, tidak benar itu," tandasnya. Sunariah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Menteri koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), M Jusuf Kalla memberi keterangan pers perihal evaluasi pelaksanaan penyaluran dana konpensasi pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) 2000 dan 2001 di kantor Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Jakarta, 14/06/02. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/114/2002; 20020701].](/hg/photostock/2005/03/24/s_K8A11405_high_thumb.jpg) |
![Menteri koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), M Jusuf Kalla memberi keterangan pers perihal evaluasi pelaksanaan penyaluran dana konpensasi pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) 2000 dan 2001 di kantor Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Jakarta, 14/06/02. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/114/2002; 20020701].](/hg/photostock/2004/12/29/s_K8A11403_high_thumb.jpg) |
| M Jusuf Kalla memberi keterangan pers
|
|
| M Jusuf Kalla memberi keterangan pers
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|