Anggota Kongres AS Usulkan Yudhoyono Terima Nobel
Minggu, 29 Januari 2006 | 10:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Robert Wexler, anggota senior Komite Hubungan Internasional Kongres Amerika Serikat, menominasikan Presiden Yudhoyono untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini. Menurut anggota Kongres dari Partai Demokrat itu, Yudhoyono telah membuat perubahan dramatis pada setahun pemerintahannya.
Menurut Wexler, Yudhoyono adalah presiden pertama Indonesia yang dipilih secara langsung. "Pemilihannya telah menandai transisi dari diktator otoratorian ke demokrasi," kata Wakil Ketua Kaukus Indonesia Kongres itu dalam siaran persnya.
Dalam setahun pemerintahannya, kata Wexler, Yudhoyono telah memecahkan kebuntuan penyelesaian konflik di Aceh. Hal itu ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian damai antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka pada Agustus 2005.
Dalam suratnya kepada Komite Nobel, Wexler juga menyebutkan bahwa Yudhoyono patut dihargai. Alasannya, meski harus menghadapi bencana dahsyat tsunami pada 26 Desember 2004 serta ancaman wabah Flu Burung, Yudhoyono mampu memantapkan politik, ekonomi, dan bantuan kemanusiaan bagi Indonesia.
"Hal itu membuktikan bahwa Presiden Yudhoyono adalah seorang reformis sejati dan pejuang perdamaian," demikian Wexler menulis.
Hadiah Nobel diberikan untuk berbagai bidang, seperti perdamaian, sastra, kesehatan, kimia, dan fisika. Para kandidat dan pemenang Hadiah Nobel ditentukan oleh Komite Nobel Norwegia. Komite itu terdiri dari lima anggota yang ditunjuk oleh parlemen negara itu. TNR





