Ade Nasution Adukan Pemukulan ke Polisi
Kamis, 02 Februari 2006 | 17:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota DPR dari Fraksi Bintang Reformasi, Ade Daud Nasution, melaporkan pemukulan yang dialaminya kepada Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Kamis (2/2). Akibat pemukulan yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu, Ade mendapat dua jahitan di jidat.
Menurut Ade, pemukulan itu bentuk penghinaan terhadap badan legislatif dan perjuangan demokrasi. "Saya siap menghadapi berbagai bentuk premanisme politik," katanya setelah memberi keterangan di ruang Satuan Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum.
Staf Ade menjelaskan, pemukulan terjadi sesaat setelah Ade turun dari eskalator di Gedung Nusantara II lantai I kompleks MPR/DPR, Senayan. Sebelumnya, tiga orang mendekati Ade. Sekitar dua menit berbincang, salah satu dari tiga orang tadi, Edi Sanjaya, memukul kening Ade. "Orang itu (Edi Sanjaya, berdiri di antara dua orang lainnya,” tuturnya.
Ade mengatakan, polisi sedang memeriksa Edi Sanjaya. Menurut polisi, Edi adalah anggota Pemuda Panca Marga. "Saya tak mengenalnya, tidak pernah bertemu," katanya. Ade yakin pemukulan terkait dengan pernyataannya dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Rabu (1/2), di Komisi Pertahanan DPR.
Ia menyebut ada empat pemimpin angkatan di TNI yakni Kepala Staf Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Kasan. Yang dimaksud Kasan oleh Ade adalah Kasan Gunawan, seorang pengusaha. "Saya anti-monopoli. Kasan itu orang yang selama ini memonopoli keperluan pangan TNI," ujar Ade.
Yuliawati





