Ryamizard: TNI Sedang Diobok-obok

Minggu, 05 Februari 2006 | 16:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Jenderal Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa TNI sedang diobok-obok dan dilemahkan. Menurut dia, militer sudah dipisahkan dari rakyat padahal TNI adalah tentara rakyat yang harus bersatu dengan rakyat untuk membangun kekuatan.

“Bukan dengan persenjataan canggih, dan kita belum punya itu (senjata canggih),” katanya dalam seminar “Membangun Peradaban Indonesia” di Jakarta, Ahad (5/2). Seminar juga dihadiri antara lain bekas presiden Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, bekas wakil presiden Try Soetrisno, dan pakar Hukum Tata Negara Sri Soemantri.

Perwira Tinggi di Markas Besar TNI yang juga bekas Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu mengaku prihatin dengan situasi Indonesia. Ia mengibaratkan bangsa ini sebagai meja berkaki empat yang sedang digerogoti tikus.

Ia mencontohkan, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Papua bisa lepas dari Indonesia. Apalagi, posisi Indonesia di dunia internasional sedang lemah. Jenderal yang akan pensiun pada Maret mendatang itu mencontohkan hubungan dengan Timor Leste.

Pada Jumat (20/1), Presiden Timor Leste Xanana Gusmao menyerahkan laporan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Indonesia sejak 25 April 1974 hingga 25 Oktober 1999 kepada Perserikatan Bangsa Bangsa. “Kalau mereka (Timor Leste) takut pada kita, lumrah. Kalau mereka berani, itu tak lumrah.”

Pramono






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: