Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia Tolak Serangan Militer Terhadap Iran
Kamis, 09 Pebruari 2006 | 16:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah Indonesia menolak penggunaan cara-cara militer dalam menyelesaikan masalah antarnegara. Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, pengembangan teknologi militer oleh Iran dan protes yang muncul mengenai ini harus diselesaikan lewat meja perundingan yang dimotori Perserikatan Bangsa-Bangsa. "Suatu negara tidak bisa dan tidak dapat dibenarkan menyerang, menghukum suatu negara lain hanya karena dasar kecurigaan," kata Kalla kepada pers usai menerima Wakil Presiden Iran Esfandyar Rahim Mashaee di kantornya.

Jusuf Kalla menilai tidak adil jika sebuah negara diserang hanya berdasarkan kecurigaan. Kalau kemampuan teknologi nuklir sebuah negara berdaulat dipermasalahkan, maka akan banyak negara yang juga harus diserang. Ia menunjuk sejumlah negara pengembang teknologi nuklir seperti India, Korea Utara, Pakistan, hingga Israel. "Lama-lama Serpong pun diserang," kata dia beranalogi.

Pemerintah Indonesia, Kalla menambahkan, mengambil posisi abstain mengenai pengembangan tekonologi nuklir ini. Maka, cara-cara perundingan harus dilanjutkan untuk menyelesaikan sengketa yang ada.

Mengenai hal ini, Wakil Presiden Iran Esfandyar Rahim Mashaee menegaskan, negaranya mengembangkan teknologi nuklir untuk pengembangan tenaga listrik. Jadi tujuannya adalah untuk kepentingan damai. Esfandyar mengatakan, Iran telah menunjukkan sikap kooperatif selama ini dengan mengijinkan lembaga monitoring tenaga atom IAEA melakukan inspeksi.

Namun, IAEA cenderung bersikap diskriminatif dalam memperlakukan negara-negara lain yang juga punya teknologi nuklir. Sejumlah negara pengkritik Iran, kata dia, saat ini justru termasuk negara yang belum menandatangani non-proliferasi nuklir. Esfandyar juga menegaskan, negerinya tidak merasa khawatir apalagi takut menghadapi ancaman serangan militer AS. "Karena kami tidak menyembunyikan atau membangun instalasi nuklir," kata dia. Apalagi saat ini militer AS mengalami kesulitan untuk keluar dari Afghanistan dan Irak karena gencarnya serangan para gerilyawan.

Esfandyar meminta negara-negara Barat bersedia menerima kenyataan bahwa negara mullah itu memiliki pengetahuan dan teknologi nuklir. Hal ini tidak bisa dihancurkan dengan kekerasan bersenjata
seperti ancaman AS. Esfandyar juga melontarkan kritik pedas terhadap penyebaran kartun Nabi Muhammad oleh sejumlah media di Eropa. Menurutnya, cara itu ditujukan untuk mengadu domba umat Islam dan non-Islam. Ini disponsori oleh gerakan Zionis.

Terkait rencana pemerintah Iran dan para pengusahanya untuk menarik dana mereka dari Eropa dan mengalihkannya ke Asia, Esfandyar mengatakan Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi di Asia.
Iran, kata dia, juga memiliki kemampuan eksplorasi minyak mentah yang canggih dan siap mengembangkan investasi di bidang ini. Budi Riza

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ramai-ramai Ganti Posisi | 04 April 2005
Kami akan Membela Mereka Habis-Habisan | 21 Pebruari 2005
Ekonomi Setelah 100 Hari | 14 Pebruari 2005
Saya Bukan Pesaing Presiden | 07 Pebruari 2005
Menjinakkan Oposisi | 31 Januari 2005
Sepasang Pengantin, Dua Karakter | 31 Januari 2005
Menabur Damai Setelah Bencana | 31 Januari 2005
Seumur Jagung yang Mencekam | 31 Januari 2005
Surat Tafsir Arahan Wapres | 24 Januari 2005
Surat itu Tanggung Jawab Saya | 24 Januari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), M Jusuf Kalla memberi keterangan pers perihal evaluasi pelaksanaan penyaluran dana konpensasi pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) 2000 dan 2001 di kantor Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Jakarta, 14/06/02. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/114/2002; 20020701]. Menteri koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), M Jusuf Kalla memberi keterangan pers perihal evaluasi pelaksanaan penyaluran dana konpensasi pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) 2000 dan 2001 di kantor Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Jakarta, 14/06/02. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/114/2002; 20020701].
M Jusuf Kalla memberi keterangan pers
M Jusuf Kalla memberi keterangan pers
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wapres Tolak Penerbitan Majalah Playboy
Wakil Presiden Tiba di Jepang
Wapres dan Petinggi GAM Bicarakan Implementasi MoU
Wapres Bertemu PM GAM Malik Mahmud
Wapres Akan Melawat ke Kuwait
Jusuf Kalla Tak Kawatir Pengusaha Keturunan Cina Larikan Modal ke Singapura
Kalla Minta Maaf Tak Bisa Bantu Temannya yang Korupsi
Wakil Presiden Kembali Sehat
Tak Ada Pengetatan Penjagaan Wakil Presiden
Wakil Presiden Flu Berat Tak Bisa Hadiri Natal
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< February,2006>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data