Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Wakil Presiden: Pelabuhan Bojonegara Tidak Bisa Segera Dibangun
Sabtu, 11 Pebruari 2006 | 17:11 WIB

TEMPO Interaktif, Banten: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, proyek Pelabuhan Bojonegara tidak bisa segera dibangun sebelum pemerintah Provinsi Banten menyiapkan lahan 4.000 hektar sebagai kawasan pergudangan pelabuhan Bojonegara.

Jusuf Kalla berharap, kalau pun proyek pembangunan Pelabuhan itu dilanjutkan, Bojonegara diharapakan bisa menjadi pelabuhan Industri. "Jadi bukan sekedar pelabuhan yang hanya menerima limpahan dari Pelabuhan Tangjung Priok. Jadi pelabuhan itu dilanjutkan setelah adanya kepastian penyediaan lahan oleh pemerintah daerah,' katanya kepada wartawan usai meninjau lokasi pelabuhan Bojonegara di Serang, Banten, Sabtu (11/2).

Menurut Kalla, saat ini luas areal pelabuhan Bojonegara seluruhnya hanya mencapai 455 hektare, terdiri atas 120 hektar bangunan terminal peti kemas dan 335 hektar untuk kawasan industri yang berada terpisah sekitar tiga kilometer dari pelabuhan. "Jadi perlu rencana tata ruang baru sebelum pelabuhan ini dilanjutkan, akibat penambahan lahan baru," katanya.

Selain meninjau Pelabuhan Bojonegara, Kalla yang datang didampingi Menko Perekonomian Boediono, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Mentri BUMN Sugiharto, dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris juga menilik pelabuhan Cigading milik PT Krakatau Steel.

Di tempat ini Kalla mengatakan, pelabuhan Cigading dan Bojonegara adalah sangat spesial. "Untuk itu perlu keterpaduan mengembangkan kedua pelabuhan ini," katanya.

Mengenai syarakat pengadaan lahan ini, Plt Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, pemerintah Banten kini tengan mengupayakan pengadaan lahan yang dapat dimanfaatkan guna mempercepat kelanjutan proyek pelabuhan Bojonegara.

Menurut Atut lahan tambahan 4.000 hektar itu terletak di tiga kecamatan yang berada di kawasan Bojonegara. "Dengan penambahan lahan ini, mau tidak mau kami harus merombak tata ruang yang telah dibentuk," katanya.

Sebelumnya spekulasi tentang penghentian proyek tersebut sempat mencuat dengan adanya pernyataan dari Menteri Perhubungan yang mengatakan akan menunda dulu kelanjutan proyek tersebut. Alasannya, keterbatasan dana dan pelabuhan yang ada dinilai masih memadai.

Dari catatan Tempo, pembangunan Pelabuhan Bojonegoro yang terletak sekitar 40 kilometer barat laut Kota Serang sempat terhenti tahun 1997 akibat krisis moneter. Padahal saat itu pembebasan tanah sudah dilakukan dengan menghabiskan biaya Rp 850 miliar.

Pelabuhan yang akan memiliki dermaga raksasa berbentuk huruf U itu diharapkan mampu menampung 50.000 TEUs atau kontainer ukuran 20 feet dan mampu disandari kapal kontainer generasi IV dan V, yaitu generasi Post Panamax dan Super Panamax. Atau lebih besar dari kemampuan Pelabuhan Tanjung Priok yang hanya mampu didarati kapal peti kemas generasi II.

Saat ini luas areal pelabuhan itu seluruhnya mencapai 455 hektare, terdiri atas 120 hektar bangunan terminal peti kemas dan 335 hektar untuk kawasan industri yang berada terpisah sekitar tiga kilometer dari pelabuhan. Faidil Akbar

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ramai-ramai Ganti Posisi | 04 April 2005
Kami akan Membela Mereka Habis-Habisan | 21 Pebruari 2005
Ekonomi Setelah 100 Hari | 14 Pebruari 2005
Saya Bukan Pesaing Presiden | 07 Pebruari 2005
Menjinakkan Oposisi | 31 Januari 2005
Sepasang Pengantin, Dua Karakter | 31 Januari 2005
Menabur Damai Setelah Bencana | 31 Januari 2005
Seumur Jagung yang Mencekam | 31 Januari 2005
Surat Tafsir Arahan Wapres | 24 Januari 2005
Surat itu Tanggung Jawab Saya | 24 Januari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), M Jusuf Kalla memberi keterangan pers perihal evaluasi pelaksanaan penyaluran dana konpensasi pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) 2000 dan 2001 di kantor Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Jakarta, 14/06/02. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/114/2002; 20020701]. Menteri koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), M Jusuf Kalla memberi keterangan pers perihal evaluasi pelaksanaan penyaluran dana konpensasi pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) 2000 dan 2001 di kantor Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Jakarta, 14/06/02. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/114/2002; 20020701].
M Jusuf Kalla memberi keterangan pers
M Jusuf Kalla memberi keterangan pers
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Tolak Serangan Militer Terhadap Iran
Wapres Tolak Penerbitan Majalah Playboy
Wakil Presiden Tiba di Jepang
Wapres dan Petinggi GAM Bicarakan Implementasi MoU
Wapres Bertemu PM GAM Malik Mahmud
Wapres Akan Melawat ke Kuwait
Jusuf Kalla Tak Kawatir Pengusaha Keturunan Cina Larikan Modal ke Singapura
Kalla Minta Maaf Tak Bisa Bantu Temannya yang Korupsi
Wakil Presiden Kembali Sehat
Tak Ada Pengetatan Penjagaan Wakil Presiden
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Panwas Lamongan Laporkan Pelanggaran Pilgub
Gambus Jawa
UNDP: Ingatkan Pemerintah Soal Pemekaran Daerah Otonom
Gedung DPR diancam Bom
PBR Optimis Khofifah Menang

<< February,2006>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data