Riset Flu Burung Perlu US$ 17,5 Juta
Selasa, 21 Februari 2006 | 18:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie memperkirakan penelitian tentang flu burung membutuhkan anggaran sekitar US$ 17,5 juta.
Anggaran itu digunakan untuk meningkatkan kapasitas riset pada laboratorium virologi Universitas Indonesia dan laboratorium hewan di IPB dari biosafety level (BSL) 2 menjadi BSL 3. "US$ 10 juta untuk UI dan US$ 7,5 juta untuk IPB," kata Aburizal usai rapat kerja dengan Komisi X DPR.
Aburizal menjanjikan anggaran sebanyak itu diperoleh dari bantuan luar negeri. Bantuan akan masuk ke APBN terlebih dahulu. Ia juga mengatakan pemerintah menekankan penanggulangan flu burung pada hewan dan manusia.
Berkaitan dengan pemberian obat antivirus flu (Tamiflu), para peternak akan menjadi prioritas utama. "Karena mereka berisiko tinggi," kata Aburizal.
Ami Afriatni





