Komisi I Akan Selidiki Surat Balasan Menlu untuk Sudi

Sabtu, 25 Februari 2006 | 07:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Luar Negeri DPR tetap akan menelusuri dugaan surat katebelece dari Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, meski rapat kerja Komisi Pemerintahan Kamis lalu sepakat menyerahkannya pada proses hukum.

“Adanya surat balasan Menlu untuk Seskab perlu ditelusuri. Kalau suratnya palsu, mengapa ada balasan segala dari Menlu?” kata salah satu anggota Komisi, Djoko Susilo, kepada Tempo kemarin.

Adanya surat balasan Menlu itu, menurut Djoko, terungkap dalam rapat kerja Menlu dengan Komisi I pekan lalu. “Kita ingin lihat surat balasan itu,” katanya.

Djoko juga menilai pemanggilan PT Sun Hoo Engineering perlu untuk memperjelas duduk persoalan. Usulan Djoko didukung oleh sejumlah anggota Komisi Luar Negeri lainnya, seperti Effendy MS Simbolon dan Suparlan dari Fraksi PDIP, serta Boy MW. Saul dari Fraksi Partai Demokrat.

"Perusahaan lain yang mewakili Sun Hoo di Indonesia, juga PT lain yang mengajukan proposal renovasi kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, juga harus dipanggil DPR,” kata Boy.

Lebih jauh, Djoko menjelaskan bahwa parlemen tidak bisa begitu saja mempercayai penjelasan Sudi Silalahi dalam rapat kerja dengan Komisi Pemerintahan. “Hilangnya surat Sudi patut dipertanyakan lebih lanjut,” kata politikus Fraksi Partai Amanat Nasional itu.

Meski polisi sudah menyelidiki kasus ini, Djoko menilai parlemen memiliki kewenangan untuk menelusuri lebih jauh. “Terlebih jika ada indikasi pemalsuan surat di Seskab dan Deplu,” katanya.

wahyu dhyatmika






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: