Uang ASABRI Macet Rp 430 Miliar
Senin, 06 Maret 2006 | 20:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Uang milik Asuransi ABRI (ASABRI) diduga macet sebesar Rp 430 miliar. “Itu dari uang yang dipinjam oleh orang yang bernama Hendry Leo,” kata Anggota Komisi Pertahanan Ade Nasution kepada pers di gedung DPR RI hari ini.
Namun, kata Ade, uang yang dipinjam itu tidak kunjung dikembalikan. Bahkan informasi yang diterima dari salah seorang pengusaha di Hongkong uang tersebut telah digunakan untuk membangun sebuah gedung berlantai 12 di Hongkong. “Ini baru antara lainnya saja, dan ini terjadi sebelum ASABRI diambil alih Menteri Negara BUMN” ujarnya.
Menurut Ade, dirinya juga mendapat kabar bahwa Departemen Pertahanan sedang menyiapkan tim khusus dalam menyikapi masalah itu. Tugas tim tersebut nantinya adalah untuk mengembalikan aset-aset ASABRI yang dikuasai pihak lain.
Ade menyatakan seharusnya asuransi atau perseroan terbatas tidak bisa sembarangan meminjamkan uang seperti itu. “Emangnya bank,” ujar Ade.
Selain itu Ade menyebutkan masih ada indikasi uang lainnya milik ASABRI yang macet sebesar Rp 600 miliar. Namun Ade tidak mau menjelaskan lebih detail untuk masalah yang ini.
Kasus uang macet Rp 430 miliar milik ASABRI itu terjadi ketika masih dipimpin oleh Mayor Jenderal Muchtar, yaitu sekitar tahun 1980-an. “Yang pasti sekarang sudah pensiun,” ungkap Ade.
Wahyudin Fahmi





