|
Mosi Tidak Percaya Tertunda
Rabu, 08 Maret 2006 | 20:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mosi tidak percaya yang akan digolkan beberapa anggota DPR tertunda. Pengusung mosi, Aria Bima dan Hasto Kristiyanto dari
PDI Perjuangan diperintahkan fraksinya menambah
substansi mosi dengan turun ke lapangan. "Kami akan
lakukan keduanya (mengecek kondisi busung lapar dan
polio serta penyampaian mosi)," kata Aria di Gedung
MPR/DPR hari ini.
Walaupun masih sedikit dukungan mosi, Aria mengklaim
telah meraih dukungan dari fraksi lain, Partai
Keadilan Sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan.
Besok, katanya, kepada Ketua DPR Agung Laksono
dan Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif akan dikirimi surat
mosi tidak percaya tersebut.
Hal ini, katanya, karena sudah terjadi penurunan
kewibawaan DPR saat sidang paripurna mendengar jawaban
pemerintah soal kasus busung lapar dan polio.
Dia juga mengusulkan Sekretaris Jenderal Faisal
Djamal diganti lantaran tidak bisa diandalkan untuk
masalah teknis pengeras suara. "Berkali-kali, tidak
hanya sekali paripurna kemarin," katanya. Dia menduga
ada sabotase kepada fraksinya pada saat ingin
interupsi.
Yophiandi/Wahyu dhyatmika
| Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS.
Ketik TIJAWAB<spasi>brk74907<spasi>komentar dan kirim
ke 9333 |
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Suasana Sidang Tahunan MPR dan Presiden Abdurrahman Wahid tampak di layar monitor di gedung DPR/MPR, Jakarta tahun 2000 [ TEMPO / Bernard Chaniago; 20000822 ]
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010506-006](/hg/photostock/2005/03/24/s_Ds082217_high_thumb.jpg) |
![Sidang paripurna DPR membahas Memorandum II untuk Presiden Abdurrahman Wahid dengan fraksi PDI Perjuangan mengikuti sidang di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, 30 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010515].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010916-004, 20021013-048](/hg/photostock/2005/01/26/s_BC01043071_high_thumb.jpg) |
|
|
| Sidang Paripurna Pembahasan Memorandum II
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|