Walhi Tolak Pembangunan Dam Baru

Selasa, 14 Maret 2006 | 15:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menolak rencana pemerintah untuk membangun bendungan raksasa (dam) baru.

Menurut Walhi, pembangunan dam memiliki banyak kerugian daripada keuntungan. Saat ini ada tiga kasus dam yang tengah ditangani Walhi, yaitu dam di Kotopanjang, dam di Bilibili, dan dam Jatigede.

"Dua dam yang pertama (Kotopanjang dan Bilibili) sudah dibangun dan menimbulkan kontroversi karena persoalan ganti rugi yang tidak selesai, kerusakan lingkungan, dan segala macam itu menjadi persoalan besar bagi masyarakat setempat," kata Torry Kuswardono, Manager Kampanye Tambang dan Energi Walhi hari ini.

Walhi menolak pembanguan di Jatigede karena menimbulkan banyak kerugian. Komisi Dunia untuk Bendungan (WCD) mencatat bahwa 50 persen dari bendungan yang dibangun tidak mampu menghasilkan listrik yang dijanjikan. Torry mencontohkan dam di Kotopanjang yang hanya mampu menghasilkan 20 persen dari kapasitas energi listrik yang direncanakan. masyarakat setempat.

"Empat dam di Indonesia sudah menggusur 40 ribu orang. Selain dipaksa, ganti rugi yang diberikan juga tidak seimbang. Tidak hanya itu, penduduk lokal yang sudah hidup berpuluh-puluh tahun dicabut secara paksa dari akar kehidupannya," Torry menjelaskan.

Menurut catatan Walhi, Waduk Kedungombo menggusur 23 ribu jiwa, Kotopanjang 8.400 jiwa, Bilibili 8 ribu jiwa, dan Gajah Mungkur menggusur 51 desa.

nieke






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: