Pencatatan Kelahiran Anak Indonesia Terendah di Asia Tenggara

Jum'at, 24 Maret 2006 | 04:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pencatatan kelahiran anak di Indonesia menempati posisi terendah di Asia Tenggara. Dari data yang dikumpulkan UNICEF berdasarkan survei tahun 2004, hanya 40 persen anak di Indonesia di bawah lima tahun yang memiliki catatan kelahiran (Akte Kelahiran) atau hanya empat dari sepuluh anak Indonesia di bawah lima tahun yang tercatat kelahirannya.

Rendahnya kesadaran untuk pencatatan kelahiran anak menyebabkan UNICEF akan melaksanakan program pencatatan kelahiran anak secara menyeluruh di Indonesia.

"Pencatatan ini akan bersifat wajib dan gratis," kata Kepala UNICEF perwakilan untuk Indonesia Gianfranco Rotiguano usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden kemarin.

UNICEF menyayangkan rendahnya angka pencatatan kelahiran anak karena akan berdampak pada kurangnya perlindungan hukum bagi anak Indonesia. "Kondisi pencatatan kelahiran anak di Indonesia sangat memprihatinkan, ini rawan eksploitasi karena identitasnya tidak tercatat," tandas Gianfranco.

Presiden sendiri mendukung agar program itu segera dicanangkan. Program itu akan dilaksaanakan oleh UNICEF bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah. Guna melancarkan program itu UNICEF memberikan bantuan dana sebesar US$ 1 juta untuk pelaksanaan di seluruh kabupaten.

sunariah

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: