|
Subsidi Minyak Akan Naik
Senin, 24 April 2006 | 16:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan subsidi harga minyak akan naik terkait harga minyak dunia yang menembus level US$ 75 per barel. "Ya, secara otomatis subsidinya akan naik," katanya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, hari ini.
Menurutnya, kenaikan harga itu akan menambah subsidi dengan melihat pendapatan negara. "Ya, kita lihat hitung-hitungannya," ujarnya.
Menurut Wakil Presiden, harga US$ 75 bisa naik dan bisa turun. "Mudah-mudahan jangan bisa turun lagi di waktu singkat, karena apabila naik, pendapatan juga naik, jangan lupa hal itu," katanya.
Menyikapi kenaikan ini, kata Jusuf Kalla, terdapat dua hal kemungkinan, yaitu pada adanya kenaikan dolar, ada naik harga, dan juga pemasukan yang naik. "Itu juga ada keseimbangan sedikit," ujarnya.
Disinggung mengenai dampaknya terhadap kenaikan harga BBM dalam negeri, Jusuf Kalla mengatakan bahwa harga BBM tidak perlu dinaikkan. "Kita lihat efisiensi sajalah, seperti memperbaiki listrik termasuk cara-caranya," ujarnya.
Jusuf Kalla mengakui kenaikan harga minyak akan menimbulkan defisit yang besar, namun tidak sangat besar sekali. "Tidak ekuivalen naik langsung dari US$ 57 ke 75 karena kenaikan harga minyak," tuturnya.
Zaky Almubarok
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|