Indeks Kebebasan Pers Indonesia Anjlok
Senin, 01 Mei 2006 | 01:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Dewan Pengurus Voice of Human Rights News Center, Atmakusumah Astraatmadja, mengatakan indeks kebebasan pers di Indonesia menurun tajam pada 2005. Dari data Reporters Sans Frontieres (Reporter Tanpa Perbatasan) menyebutkan, posisi Indonesia merosot tajam dari peringkat 57 dari 139 negara pada 2002 menjadi peringkat 102 dari 167 negara pada 2005.
Dalam peringkat kebebasan pers, Indonesia menempati posisis ke 3 di Asia Tenggara pada 2005. Padahal tiga tahun sebelumnya, Indonesia menempati posisi pertama. "Ini karena terjadi berbagai kekerasan yang dialami wartawan dan media pers," kata Atma kepada Tempo di Jakarta, kemarin.
Bekas Ketua Dewan Pers itu menjelaskan, kasus penyerangan terhadap wartawan antara lain terjadi kepada kameraman TVRI, Mohamad Jamaluddin, yang terbunuh di Aceh, penyanderaan dua wartawan RCTI, Ersa Siregar dan Fery Santoro, oleh Gerakan Aceh Merdeka yang menyebabkan kematian Ersa. Kasus terbaru adalah penyerbuan kantor Indopos di Jakarta oleh Hercules dan kekerasan terhadap dua wartawan ketika meliput demonstrasi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya, Jawa Timur.
Rini Kustiani





