Ketua MK Minta Perkara Soeharto Ditutup

Senin, 08 Mei 2006 | 21:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidique bersama istrinya sore tadi sekitar pukul 16.45 mengunjungi Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Jimly mengatakan harus ada ketegasan untuk menutup perkara yang melibatkan mantan Presiden kedua Republik Indonesia yang baru menjalani operasi akibat pendarahan usus.

"Dipastikan saja. Harus ada ketegasan di antara kita sebagai bangsa untuk tutup buku mengenai masalah Pak Harto. Beliau mantan presiden, sudah uzur. Kita hormati, kita tempatkan dia dalam sejarah repunlik kita," katanya usai bertemu keluarga Soeharto.

Dia mengatakan bahwa sebaiknya tidak usah ada pihak yang berpura-pura ingin mengusulkan pemeriksaan agar Soeharto diperiksa kembali, memeriksa, bahkan mengadili. "Tapi nyatanya tidak. Itu hanya memberi harapan kosong," ujarnya.

Jimly yang datang pukul 16.45 dan keluar sekitar pukul 17.15 menyatakan bahwa kelompok masyarakat yang merasa paling mendendam dan disakiti Soeharto adalah pendukung Megawati dan Gus Dur. Namun, tambah Jimly, saatMega maupun Gus Dur menjadi presiden, keduanya tidak melakukan apa pun terhadap kasus Soeharto.

Kurniasih Budi

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: