Presiden Iran: Teknologi Nuklir Hak Setiap Negara
Jum'at, 12 Mei 2006 | 00:25 WIB
TEMPO Interaktif, Depok:Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyatakan teknologi nuklir merupakan hak setiap negara dan harus dimiliki oleh negara-negara yang percaya pada pencapaian ilmu pengetahuan yang tinggi termasuk Indonesia.
"Nuklir merupakan teknologi yang paling canggih, energi yang tidak ada batasnya, dan tidak merugikan lingkungan," katanya dalam kuliah umum di Balai Sidang Universitas Indonesia kemarin.
Tentangan dunia Barat untuk menghentikan pengembangan nuklir Iran, kata Ahmadinejad, adalah agar mereka dapat semena-mena dan memonopoli negara lain. Iran menyadari bahwa energi yang terdapat di Timur Tengah seperti minyak bumi akan habis, jadi Iran tetap mengembangkan program nuklir untuk kepentingan damai.
"Kami tentukan sendiri teknologi yang dipakai, ini berarti kami pertahankan kemerdekaan kami," katanya.
Menurutnya, Barat ingin Iran dan negara-negara seperti Indonesia, Turki, Afrika Selatan tidak bisa maju. Barat ingin menjalankan prinsip-prinsip di dunia bedasarkan diskriminasi.
"Jika Iran tidak bersikap tegas, mereka akan semena-mena," katanya. Sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci utama sebuah negara menjadi maju. Sebuah negara yang tidak mengembangkan teknologi akan menjadi bangsa yang terbelakang.
Rudy Prasetyo





