Indonesia Jajaki Kerja Sama Industri Pertahanan dengan Cina

Jum'at, 12 Mei 2006 | 01:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia akan menjajaki kemungkinan kerja sama industri pertahanan dengan Cina. Kedua pemerintah yang diwakili Departemen Pertahanan masing-masing negara akan membahas masalah ini hari ini di Departemen Pertahanan Jakarta.

“Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari kesepakatan strategis bulan April 2005 ketika Presiden ke sana (Beijing),” ujar Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono kepada Tempo melalui telepon di Jakarta, kemarin.

Saat itu Menteri Luar Negeri Indonesia menandatangani kesepakatan atas nama Menteri Pertahanan, Menteri Riset dan Teknologi, dan Menteri Perindustrian yang ingin menjajaki kerja sama industri pertahanan untuk TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Sampai kini Indonesia masih mendatangkan beberapa senjata ringan, bahan peledak, dan meriam kaliber besar dari Cina. Selain itu, Cina juga bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam pengembangan roket.

Sedangkan penyediaan untuk TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara, pemerintah baru akan membicarakannya hari ini. “Itu mau dibicarakan justru. Kita bandingkan dengan tawaran-tawaran dari Eropa Timur,” ujar Juwono.

Penyediaan peralatan pertahanan yang sudah dilakukan oleh Cina ini, menurut Juwono, akan dipadankan dengan industri dalam negeri, seperti PT Pindad dan PT Dahana.

fanny febiana






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: