Setengah Jam Sekali Wedhus Gembel Keluar
Sabtu, 13 Mei 2006 | 12:07 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Menyusul meningkatnya status awas, kondisi merapi semakin memprihatinkan. Saat ini pusat vulkanologi dan mitigasi bencana, mencatat telah terjadi 14 kali awan panas. "Khusus pada hari ini, dari pukul 00.00 hingga 06.00 itu sudah terjadi 14 kali awan panas yang menuju kali hulu kali Krasak, kali Boyong, kali Gendol, dan kali Woro, sejauh 1,6 kilometer. Atas pertimbangan itu, semua aktivitas penduduk di radius 8 kilometer harus dihentikan." kata Subandriyo, Kepala seksi Gunung Merapi pada Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Pegunungapioan Yogyakarta, Sabtu siang. Malam sebelumnya tercatat 11 kali hembusan Wedhus Gembel.
Sementara posisi kubah baru yang ditemukan pada tanggal 28 April lalu, mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Saat ini kubah baru itu sudah mencapai ketinggian 95 meter dengan volume sekitar 2 juta metrik kubik. Subandriyo mengakatan, "Selain awan panas, titik api diam dan lava pijar semakin terlihat. Sementara guguran lava tercatat sebanyak 214 kali, gempa tektonik 4 kali."
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Yousana O.E. Siagian menambahkan, "Guguran lava pijar semakin intensif dan semakin membesar." Arah guguran lava pijar, kata dia, melalui celan antara kubah 1997 dan Geger Boyo. Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa celan antara itu yang masuk ke hulu sungai Gendol sudah terisi penuh oleh lava. "Kalau sampai Geger Boyo itu runtuh, kemungkinan besar aliran lava akan menuju barat dana dan selatan, itu artinya ancamannya lebih besar dari yang kita prediksi semula."
Syaiful Amin, Tempo





