Seluruh Warga Merapi Diungsikan

Sabtu, 13 Mei 2006 | 14:24 WIB

TEMPO Interaktif, Klaten:Pemerintah Kabupaten Klaten melakukan evakuasi besar-besaran terhadap penduduk di tiga desa yang lokasinya paling dekat dengan puncak Gunung Merapi menyusul naiknya status gunung tersebut menjadi Awas Merapi. Ribuan warga Desa Balerante, Sidorejo, dan Tegalmulyo Kecamatan Kemalang diungsikan ke pos pengungsian di Desa Dompol, Keputran, Kecamatan Kemalang dan Ngemplakseneng, Kecamatan Manisrenggo. "Evakuasi sudah dilakukan sejak semalam, terutama untuk warga lansia, anak-anak, serta ibu hamil," kata Suroso Kepala Desa Tegalmulyo, Sabtu (13/5).

Proses evakuasi hingga kini masih terus berlangsung.
Warga Desa Balerante yang sebelumnya paling sulit
diajak mengungsi, kini mereka juga sudah mengungsi.
Menurut salah seorang penduduk Balerante, Sukamto,
mereka berinisiatif menyingkir dari desanya karena
sudah mulai merasakan hawa panas sejak Jum'at (12/5)
sore. "Bahkan warga juga sudah melihat sendiri kalau
wedhus gembel juga sudah keluar. Jadi tanpa diperintah
pun kami bersedia mengungsi," kata Sukamto yang baru
meninggalkan desanya Sabtu siang.

Mereka pada umumnya hanya membawa bekal seadanya.
Ternak mereka juga ditinggalkan begitu saja karena
tidak sempat lagi mengurusi. Penduduk dari Desa
Balerante disatukan di tempat pengungsian di Desa
Ngemplakseneng Manisrenggo, sekitar 8 km dari tempat
tinggal mereka. Sementara warga Desa Sidorejo
ditampung di Desa Keputran Kecamatan Kemalang dan
warga Desa Tegalmulyo ditampung di Desa Dompol. Para
pengungsi diangkut dengan kendaraan truk terbuka
berjejal dengan barang bawaannya.

Kepala Kesbanglinmas Klaten, Eko Medi mengatakan
pihkanya masih melakukan jumlah warga yang sudah tiba
di pengungsian. Hingga Sabtu (13/5) siang, dia mengaku
belum dapat memastikan jumlah warga yang sudah
mengungsi. Menurut dia, seluruh warga di tiga desa
tersebut tanpa kecuali akan dievakuasi dan tidak boleh
ada warga yang tertinggal. Terhadap mereka yang
keberatan mengungsi, akan dilakukan evakuasi paksa.
"Masih dalam pendataan jumlah warga yang sudah tiba
dipengungsian, karena mereka datang secara
bergelombang," kata Eko.

Imron Rosyid, Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: