Soeharto Kembali Alami Perdarahan

Sabtu, 13 Mei 2006 | 19:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Mantan presiden Soeharto kembali mengalami perdarahan di lambungnya. Meski demikian, pasien istimewa di Rumah Sakit Pusat Pertamina ini masih sadar. Akibat pendarahan itu, kadar hemoglobin Soeharto yang kemarin mencapai 8,1 gram persen sempat turun menjadi 6,8 gram persen. “Oleh karena itu transfusi diberikan hingga hemoglobinnya naik menjadi 7,9 gram persen,” ujar Adji Suprajitno Direktur Rumah Sakit Pusat Pertamina dalam jumpa pers Minggu (13/5).

Produksi urin Soeharto yang dirawat di ruang 536 RSPP tersebut masih dianggap kurang, tidak seperti yang diharapkan tim dokter. Ini terjadi akibat masih belum optimalnya fungsi ginjal. Sementara itu kondisi paru-paru relatif tetap.

Saluran pencernaan mantan orang nomor satu di Indonesia ini juga sudah mulai bekerja. “Selain infus, saat ini sudah dicoba memberi makanan melalui selang (pipa lambung) yang langsung (masuk) ke usus besarnya,” kata Djoko Rahardjo dokter spesialis bedah urologi RSPP, Minggu (13/5).

Adji menambahkan bahwa obat pengencer darah sudah tidak diberikan lagi. Sampai saat ini pihak keluarga tidak meminta pemindahan perawatan Soeharto keluar negeri. Kurniasih Budi






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: