AJI: Wartawan Delta Pos Dibunuh Karena Berita
Senin, 15 Mei 2006 | 12:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyatakan wartawan Delta Pos Sidoarjo, Herliyanto, dibunuh karena karya jurnalistiknya. AJI sampai pada kesimpulan itu setelah menurunkan tim pencari fakta ke lapangan.
“Kami mengecam keras pembunuhan Herliyanto. Itu serangan langsung atas kemerdekaan pers dan hak publik atas informasi,” kata Ketua AJI Indonesia Heru Hendratmoko, di Jakarta, hari ini.
Herliyanto, 40 tahun, ditemukan tewas pada 29 April 2006, di sekitar hutan jati Desa Tarokan, Banyuanyar, Probolinggo, Jawa Timur. Hasil visum Rumah Sakit Umum Probolinggo, korban meninggal karena tusukan luka di bagian perut, tengkuk belakang, dan kepala bagian atas.
Tim pencari fakta AJI turun beberapa hari setelah kejadian. Tim itu menemukan sejumlah petunjuk kuat bahwa Herliyanto dibunuh karena berita-berita yang ia buat.
Herliyanto, misalnya, pernah menulis unjuk rasa warga desa Tulupari soal dugaan penyelewengan beras untuk rakyat miskin (raskin). Hasilnya, kepala desa dipidana dan dilengserkan warga.
Pada liputan lainnya, Herliyanto menulis tentang penyelewengan air bersih di Desa Padagangan, Probolinggo. Berita itu ia tulis atas dasar pengaduan Badan Perwakilan Desa ke Bupati Probolinggo.
Herliyanto pun pernah meliput kasus penyelewengan dana bantuan operasional sekolah di Kecamatan Tiris, kasus pemalsuan tanda tangan kepala sekolah, dan kasus runtuhnya dinding kali di Desa Tulupari.
Berdasarkan temuan itu, AJI mendukung upaya kepolisian Probolinggo mengusut tuntas kasus pembunuhan Herliyanto. “Polisi harus menyeret semua pelaku di balik kasus itu ke pengadilan,” kata Heru.
J Jamaludin





