Soeharto Masih Kritis
Senin, 15 Mei 2006 | 15:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Memasuki hari kedelapan masa kritisnya, Soeharto mengalami komplikasi. Tim dokter kepresidenan yang merawat Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina sampai saat ini masih memberi obat pengencer darah untuk mencegah stroke.
Namun, akibatnya pendarahan terjadi di saluran pencernaan mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut. "Kondisinya masih kritis dan labil. Kadang terjadi pendarahan, kadang tidak," kata Mardjo Soebiandono, Ketua Tim Dokter Kepresidenan yang merawat Soeharto dalam jumpa pers hari ini.
Menurutnya, jika pengencer darah dihentikan, akan terjadi emboli, yaitu semacam penyumbatan pembuluh darah ke otak. "Pengencer darah itu menyebabkan pendarahan. Padahal kelainan jantung beliau vibrilasi atau denyutnya tidak teratur, membutuhkan obat pengencer darah," kata Mardjo Soebiandono.
Beberapa hari sebelumnya tim dokter memperkirakan masa kritis terjadi antara lima sampai tujuh hari. Namun sampai hari ini Soeharto masih dinyatakan belum lepas dari masa kritis.
kurniasi budi





