Pemerintah Kesulitan Usir Pesawat Taiwan

Selasa, 16 Mei 2006 | 00:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia kesulitan mengusir pesawat rombongan Presiden Taiwan dari bandar udara di Batam karena pilot pesawat tidak mau terbang.

Hal ini dijelaskan Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Sudrajad usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

Terkait keberadaan Presiden Taiwan di Batam Kamis lalu, Pemerintah Cina, kata Sudrajat, menyesalkan hal itu dan menanyakan alasannya. Namun, Sudrajat langsung menjelaskan ke Direktur Jenderal Departemen Luar Negeri Cina bahwa keberadaan Presiden Taiwan dan rombongannya di luar kemampuan Indonesia untuk mengusir mereka.

Seperti diberitakan, pada Kamis lalu Pesawat Chine Airlines yang membawa Presiden Taiwan Chen Shui-Bian dan rombongannya dari Libia menuju Taiwan mendarat di Batam untuk mengisi bahan bakar. Pendaratan itu telah diizinkan Menteri Perhubungan dan diberi waktu selama dua jam. Setelah itu mereka diminta segera meninggalkan Batam. Namun ternyata pesawat itu tidak langsung terbang, sebaliknya Presiden Taiwan dan rombongannya menginap dan melakukan pertemuan informal dengan pejabat setempat.

Presiden Yudhoyono sendiri melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS pada Jumat pagi lalu mengatakan menyesalkan kejadian itu, dan meminta pesawat tersebut segera meninggalkan Batam. Pesawat itu kemudian terbang meninggalkan Batam pada pukul 10.00 pagi.

sunariyah






Komentar Anda

Kirim