Dua Tahun Lagi Indonesia Krisis Guru
Kamis, 18 Mei 2006 | 11:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Juru Bicara Departemen Pendidikan Nasional, Bahrul Hayat, memeperkirakan dalam dua sampai sepuluh tahun mendatang Indonesia akan mengalami krisis kekurangan guru. "Penyebabnya karena ada pensiun besar-besaran," ujarnya kepada Tempo hari ini.
Namun, Bahrul tidak dapat memastikan jumlah guru yang dibutuhkan akibat pensiun tersebut. "Saya belum tahu berapa kekurangannya," ujarnya.
Menurut dia, rasio antara guru dan siswa saat ini sudah memadai, yaitu 1 banding 23. Meskipun demikian, dia mengakui terjadi kekurangan guru pada bidang studi tertentu, misalnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan IPA. Selain itu penyebaran guru juga tidak merata di setiap daerah. "Kekurangan guru terjadi khususnya di daerah terpencil," jelasnya.
Oleh karenanya Depdiknas sedang membuat pemetaan kebutuhan guru untuk bidang studi dan redistribusi guru. "Ini sedang kami lakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah karena mereka yang tahu kebutuhan guru di daerahnya masing-masing," katanya.
rini kustiani





