Perbatasan ke Timor Leste Ditutup
Jum'at, 26 Mei 2006 | 12:15 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang: Empat pintu perbatasan darat dari Timor Barat, Indonesia, menuju Timor Leste resmi ditutup hari ini pukul 00.00 WIB untuk menjaga wilayah Indonesia dari pelarian tentara kontra pemerintah Timor Leste. Negara itu sedang dilanda konflik etnis setelah sejumlah bekas tentara melawan karena merasa diperlakukan tak adil.
"Kalau situasi keamanan di Timor Leste sudah kondusif maka pintu perbatasan akan dibuka kembali," kata Komandan Satuan Tugas Pasukan Pengamanan Perbatasan Indonesia, Kolonel TNI Ediwan Prabowo, ketika dihubungi di Atambua, Timor Barat, hari ini. Empat pintu itu, di Motaain dan Metamasin di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timor, serta Wini dan Napan yang berbatasan dengan Distrik Oecusi, Timor
Leste.
Ia menjelaskan, konsekuensi penutupan itu, warga asing dilarang melewati perbatasan itu menuju Indonesia, meski memiliki dokumen keimigrasian. Namun, lebih dari 3 ribu warga Indonesia masih tertahan di Kota Dili, negara bekas provinsi ke 27 Indonesia itu. Sebanyak 1.500 orang di antaranya menetap di Dili sebagai tukang, pegawai swasta, dan pengusaha. Sisanya, tersebar di seluruh Distrik. "Baru enam WNI yang lolos ke Timor Barat," ujar Ediwan.
Jems de Fortuna





