Rumah Sakit Kesulitan Tangani Korban Gempa
Sabtu, 27 Mei 2006 | 13:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Salah satu rumah sakit besar di Yogyakarta, RS Bethesda, kesulitan menangani korban gempa. Ratusan korban hingga kini masih tergeletak di areal parkir dan di teras atau selasar rumah sakit.
"Mereka hanya diberikan infus dan yang luka kecil segera kami minta pulang," kata Sri Prapti, juru bicara RS Bethesda, yang dihubungi hari ini. Pihak rumah sakit telah membangun tenda-tenda darurat untuk meningkatkan pelayanan.
Menurut Sri, data awal rumah sakit mencatat korban meninggal sebanyak 84 orang. Sementara korban luka berat dan ringan mencapai lebih dari 500 orang. "Jauh dari kapasitas kami," kata Sri.
Korban sebagian besar datang dari daerah Pundong-Bantul dan Klaten. Sebagian besar mengalami luka bekas terkena timbunan benda berat. Ada yang mengalami luka di kepala, perut dan patah pada anggota tubuh.
Sejak pagi hingga siang hari jumlah korban terus bertambah. Ini disebabkan rumah-rumah sakit kecil sekitar lokasi tak mampu menampung. "Sehingga mengoper ke sini," ujar Sri. Sri memastikan korban yang datang berobat tak dikenai biaya.
Pihak rumah sakit mulai mengalami kesulitan fasilitas dan tenaga medik. Saat ini seluruh dokter berjumlah 35 orang telah diturunkan mengatasi korban. Jumlah paramedik sekitar 100 orang pun telah diturunkan. "Kami dapat bantuan dari mahasiswa akademi perawatan," katanya. Sementara itu, diperkirakan rumah sakit segera membutuhkan tambahan infus dan darah.
yuliawati





