Korban Tewas di Rumah Sakit Sarjito 61 Orang
Sabtu, 27 Mei 2006 | 14:01 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:
Jumlah korban tewas di Rumah Sakit Dr. Sarjito Yogyakarta akibat gempa bumi dengan kekuatan 5,9 skala Richter pagi ini mencapai 61 orang. Adapun korban luka-luka baik ringan maupun berat mencapai ratusan orang. Sebagian besar korban luka mengalami patah tulang dan kepala bocor. Total korban gempa yang mendapatkan pertolongan di Rumah Sakti Sarjito sekitar 1.500 orang sampai siang ini.
Gelombang korban yang cukup mencapai ribuan ini membuat ruamh sakit tak mampu menampung mereka. Akibatnya sebagian harus mendapatkan perawatan ala kadarnya di lorong rumah sakit, halaman parkir, dan kebun di sekitar rumah sakit. Mereka menggunakan alas ala kadarnya seperti tikar, karpet, dan kasur dari rumah. Sebagian pasien ada yang terbaring begitu saja di atas rumput dan kantong infusnya digantung di pohon cemara karena tidak kebagian jatah tiang penyangga. Rumah Sakit Sarjito mengerahkan 350 dokter dan 800 pasien untuk menangani pasien.
Sebagian besar korban yang dirawat di Rumah Sakit Sarjito berasal dari Kabupaten Bantul seperti daerah Plered dan Imogiri. Di dua daerah ini ratusan rumah roboh dan puluhan bangunan fasilitas umum mengalami kerusakan. Bahkan Pasar Imogiri yang tak jauh dari kompleks makam raja-raja Yogyakarta runtuh.
Kepanikan yang terjadi di Imogiri karena sempat muncul isu terjadi gelombang tsunami. Sebagian penduduk melarikan diri ke atas bukit di sekitar kota kecamatan Imogiri. Isu tsunami bahkan membuat panik warga Yogyakarta karena muncul desas-desus air tsunami sudah masuk ke kawasan Wirobrajan meski kabar itu tidak terbukti. | Raihul Fajri





