Paramedis Pun Jadi Korban Gempa
Sabtu, 27 Mei 2006 | 15:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Paramedis rumah sakit pun menjadi korban gempa, sehingga rumah sakit tak dapat memberikan pelayanan maksimal. Di RSUD Bantul, lebih dari dua pertiga petugas tak dapat melakukan pekerjaan. Mereka sibuk mengurus keluarga dan diri sendiri.
Dari total petugas paramedis sebanyak 400 orang, yang aktif bekerja hanya 50 orang. Dampaknya, rumah sakit tak dapat memberikan pelayanan kepada korban gempa. "Ratusan korban belum mendapat pelayanan," kata paramedis RSUD Bantul, Sukamto.
Dia sendiri menyatakan sedang mengalami luka ringan dan belum ditangani. "Karena tak ada petugas, saya bertugas," katanya. Untungnya, kata Sukamto, sebanyak 30 dokter aktif melayani korban. Korban yang ada di selasar dan teras rumah sakit hanya mendapat pelayanan seadanya. Bahkan banyak yang belum tersentuh.
Selain mengeluhkan jumlah paramedis yang terbatas, rumah sakit mengeluhkan soal jumlah obat-obatan yang semakin minim. Paramedis RS PKU Muhammadiyah menyatakan obat-obatan analgetik (penghilang rasa sakit dan pendarahan) semakin berkurang. "Saat ini masih tersedia, sebentar lagi mungkin kurang," kata petugas yang tak mau disebutkan namanya.
yuliawati





