Merapi Masih Mengancam

Minggu, 28 Mei 2006 | 23:31 WIB

TEMPO Interaktif, Boyolali:Bencana gempa di Yogyakarta membuat khawatir warga di lereng Merapi. Pasalnya, kini aktivitas Merapi praktis tak bisa dipantau menyusul kerusakan peralatan pemantauan gunung milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) yang kantornya di Yogyakarta juga ikut terkena goncangan gempa.

Camat Selo, Boyolali, Dahat Wilarso menngatakan pihaknya menerima laporan bahwa sejumlah peralatan milik BPPTK Yogyakarta yang dipasang untuk memantau aktivitas Merapi mengalami kerusakan parah akibat gempa Sabtu (27/5) kemarin. "Terjadi kesulitan pemantauan dan kami juga sulit untuk melakukan antisipasi bila ada peningkatan aktivitas," kasta dia saat dihubungi, Minggu (28/5).

Selain itu, akibat gempa kemarin sedikitnya 765 unit bangunan rumah di Kabupaten Boyolali roboh. Daerah yang terkena bencana tersebut meliputi Kecamatan Sawit, Musuk, Cepogo, Banyudono, Teras, Selo dan Mojosongo. Tiga orang warga Sawit meninggal menjadi korban terkena runtuhan rumah mereka. Kerusakan terparah akibat gempa tersebut dialami oleh warga desa Kesatriyan, Cepokosawit dan Kenteng. Di tiga desa itu, hampir 90% bangunan rusak parah.

Meski demikian, Bupati Boyolali Sri Moeljanto menjanjikan tetap membantu para pengungsi gempa dari Klaten yang mencari tempat berlindung di daerahnya. Dia mengatakan akan menanggung seluruh kebutuhan pengungsi gempa dari Klaten maupun warga Boyolali yang menjadi korban korban gempa "Kalau ada saudara dari Klaten yang ingin menetap sementara di Boyolali, silakan kami akan mengurus semua keperluannya," kata dia.

Imron Rosyid






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: